Pengalaman Perpanjang Paspor

Perpanjang paspor ternyata tidak sesulit yang gue pikir. Sama kaya waktu bikin pertama kali, perpanjangnya pun ga sulit. Malah waktu pertama bikin paspor di Imigrasi kelas I Tangerang, gue harus bolak-balik ke imigrasi 3 kali untuk bikin paspor.

Nah kalau sekarang sudah lebih mudah karena pakai sistem one stop service. Jadi dalam 1 hari proses penyerahan dokumen, foto, dan wawancara di hari yang sama. Lebih mudah dan efisien. Apalagi jadwal cuti gue yang sedikit banget, kalau paspor lama prosesnya bakal makan banyak biaya.

Awalnya gue pingin buat E-Passport, tapi setelah pencarian informasi dan tanya sana-sini katanya proses E-Passport itu lumayan lama untuk sekarang-sekarang ini. Prosesnya 14 hari kerja di imigrasi Jakarta, dan 12 hari di imigrasi Bandara Soekarno Hatta. Oh ya, E-Passport ini baru bisa dibuat di imigrasi Jakarta, Surabaya dan  Batam. Itu juga ga semua imigrasi Jakarta bisa. Waktu gue ke Pondok Pinang di sana ga ada layanan E-Passport.

Bedanya apa sih sama paspor biasa? Kalau E-Passport itu ada chip yang menyimpan data diri kita, paspor ini sulit untuk dipalsukan. Dan kalau kita pakai E-Passport, ada auto gate di Bandara (sejauh ini yang gue tau ada di Soekarno Hatta) jadi ga perlu ngantri ketika chop paspor. Dan juga kalau kita punya E-Passport, kita bisa ke Jepang bebas visa dengan catatan harus mendaftarkan paspor kita ke Kedutaan Jepang sebelum keberangkatan.

Karena keterbatasan waktu jadilah gue memutuskan untuk perpanjang paspor biasa. Gue dateng ke imigrasi Pondok Pinang tanggal 26 April 2017 hari Rabu. Dari yang gue baca-baca, antrean paspor ini maha panjang dan susah dapatnya. Perharinya dibatasi untuk melayani 100 antrean pembuatan paspor. Makanya gue berinisiatif dateng pagi-pagi banget. Gue berangkat dari tempat tinggal gue di Bintaro jam 4 pagi. Iya, jam 4 pagi guys. Gue ngantuk banget karena baru sampe Indonesia malam sebelumnya. Gue cuma tidur sekitar 4-5 jam dan harus bangun dini hari buat bikin paspor. Phew.

Perjalanan dari tempat gue ke imigrasi ga lama, paling cuma sekitar 15-20 menit karena deket dan masih subuh jalanan sepi gila. Sampai sana ternyata sudah banyak orang, salut deh yang datang pertama kali ke sini. Pas gue sampai sana, langsung ada mba-mba nyodorin gue kertas untuk absen nama gue. Gue dapat urutan nomor 9. Gerbang baru dibuka sekitar jam 6 pagi, dan antrean udah banyak banget.

Setelah gerbang dibuka, satpam imigrasi ngambil nomor antrean manual yang dibikin tadi. Dan satpam menjelaskan tata cara dan syarat untuk pembuatan passport. Syaratnya sebagai berikut:
1. KTP atau resi KTP kalau KTP sedang diperpanjang
2. Kartu Keluarga
3. Akta Kelahiran/ Buku Nikah/ Akta Nikah/ Ijazah (Either one will do)
4. Surat domisili untuk KTP luar Jabodetabek
5. Surat pengantar dari perusahaan untuk yang sudah kerja

Ketika gue perpanjang cuma lampirin KTP, Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran dan juga paspor lama sudah bisa kok.

Setelah itu pak satpam manggil pendaftar satu persatu sesuai urutan untuk dicek kelengkapan dokumennya. Ada beberapa orang yang gugur karena mungkin dokumennya ga lengkap. Karena ada yang pulang jadi nomor urutan gue naik ke no 7. hihihihi
Suasana sebelum imigrasi buka
Nah pas gue dipanggil, diperiksa berkas gue dan ternyata di Kartu Keluarga belum ada tanda tangan bokap dan kata pak satpam takut nanti ga boleh. Jadinya gue telpon bokap gue untuk nyusul ke imigrasi dan tanda tangan Kartu Keluarga.

Jam 7 imigrasi buka, ada ibu petugas yang menjelaskan (lagi) dokumen dan syarat pengajuan paspor. Ada yang lucu ketika ibu imigrasi bilang gini "Untuk yang sudah kerja harus melampirkan surat keterangan dari perusahaan. Dan yang belum kerja ngapain bikin paspor? Yang sudah kerja aja belum tentu keluar negeri" gue ngakak. HAHAHAHAHA
Gue ga tau deh ini ibu becanda apa gimana.

Setelah ibu imigrasi kasih petuah-petuah, akhirnya para pendaftar dipanggil satu-satu untuk masuk kantor imigrasi dengan catatan untuk semua pendaftar ga boleh pakai pakaian di atas lutut dan ga boleh pakai sendal jepit. Untung banget gue pakai kemeja panjang dan celana panjang waktu itu dan sedang tidak pakai sendal jepit.

Ada beberapa mba-mba kantoran gitu yang pakai rok pendek akhirnya harus pulang lagi dan beberapa orang yang pakai sendal jepit juga ga diizinkan masuk. Setelah masuk ke kantor imigrasi, kita diarahkan ke meja security dan dikasih nomor antrean yang hanya berlaku hari itu saja.

Nomor Antrean ~
Pas dikasih nomor antrean itu, sekalian juga dikasih form aplikasi pengajuan paspor. Gue langsung duduk dan isi formnya, nunggu ga terlalu lama lalu dipanggil untuk masuk ambil foto dan wawancara.

Bagian wawancara sih biasa paling yang ditanya kaya keperluan bikin paspor untuk apa? Tujuan kemana? Karena gue sudah menikah, jadi gue bilang aja akan ikut suami yang kebetulan WNA. Eh si ibu imigrasi malah kepo, nanya di mana gue bisa kenal? Terus komunikasi sama suami gimana? Kamu nikah usia berapa? Udah punya anak belum? -____-"

Ini ibu imigrasi yang wawancara gue adalah ibu yang sama waktu ngasih arahan sebelum masuk kantor imigrasi. Galak beuh awalnya. Tapi ternyata lucu di akhir-akhir.
Bahkan dia curhat, temennya ada yang nikah sama orang Pakistan sampai hari ini susah untuk komunikasi dengan keluarga besan. Dalam hati gue "Lah, hubungannya apa sama paspor gue?"

Karena gue bilang sudah menikah, gue diminta untuk nunjukin akta nikah yang untungnya juga gue udah persiapkan.
Setelah wawancara lalu sesi foto. Nah kebetulan ibu ini baik, gue dikasih waktu untuk rapi-rapi di kaca yang ada di ruang wawancara itu. Bahkan gue bisa ngulang foto sampai 4 kali. Hahahahaha

Selesai sesi foto, gue dikasih receipt untuk pembayaran paspor yang harganya Rp 355,000 (kalau ga salah) untuk paspor 48 halaman. Dia bilang lebih baik gue bayar hari ini juga supaya paspornya jadi 3 hari kemudian. Semua proses perpanjang paspor selesai jam 9 pagi. Dan gue langsung pulang sekalian bayar biaya paspor.

Lalu tanggal 02 Mei 2017 gue balik lagi ke imigrasi untuk ambil paspor. Harusnya sih tanggal 1 Mei kalau ngitung 3 hari kerja setelah gue bayar. Tapi tanggal 1 Mei kan hari libur jadi ga bisa.
Pengambilan paspor ini dimulai dari jam 13.00 - 15.00. Pengambilan paspor harus melampirkan receipt yang dikasih dari kantor imigrasi dan juga bukti pembayaran dari bank atau bukti transfer.

Proses pengambilan paspor ini ga lama, gue cuma nunggu sekitar 10 menit. Selesai deh ~
Saran gue kalau mau bikin paspor ataupun perpanjang, datanglah pagi-pagi banget supaya dapat antrean awal. Antrean awal jadi pulang awal juga, ya walaupun harus bangun sedikit lebih pagi dari biasanya.

Comments

Popular Posts